PAGI BARU

Minggu, 01 Januari 2017
Posted by Punya Putya
Ini hari Minggu yang baru.
Januari yang baru.
Tanggal 1 yang baru.
Pagi yang baru.
Apa aku akan melakukan sesuatu?

Jujur, aku masih tak tahu.
Apa kau sudah tahu?
Aku tak ingin terjebak di dalam angin masa lalu.
Sudah cukup, aku tak ingin berurusan dengan waktu,
Seperti pada tahun lalu.

Ini pagi baru.
Kutulis pada sekitaran jam satu.
Ini pagi baru,
Dan kuharap sang bayu membelai lembut puncak kepalaku.
Bukan bayu yang mengikatku dengan kenangan diwaktu lalu.
Ini pagi baru..

Muda-mudi update melulu
Ini pagi baru,
Langit masih kelabu
Belum menunjukkan sinar baru.
Aku masih menunggu.

Ini pagi baru,
Dan ditahun ini mungkin aku akan tetap menunggu,
Menunggu kepastian darimu.
Menunggu suka cita baru,
Menunggu suka duka yang juga baru.

Ini pagi baru,
Kuawali dengan menulis di beberapa jam yang lalu
Di bulan dan akhir desember laluku.
Kuharap ini sutu permulaan baik untukku.
Menunggu darimu dan sinar baru..


1:18 AM
1/1/2017 



telatt

AWAL 2017

Posted by Punya Putya


Minggu. Inilah awalan tahun 2017, harapan baru dimulai. Menunggu semakin terdepannya orang-orang, tahun dimana setiap orang mengalami bertambahnya umur, semakin menua. Para kekasih mungkin dibulan tertentu akan melaksanakan anniversary mereka. Pikirku mereka gembira, dagangan petasan dan terompet laris dibeli para penikmat malam gemerlap. Aku hampir lupa soal mereka yang dipinggir jalan, kuharap tahun ini mereka akan membaik dan mendapat toleransi lebih dari masyarakat. Karena di hari Minggu ini orang-orang sudah mulai menggantungkan kembali impian baru yang belum tercapai di tahun 2016 sebagai umpan.

Pernyataan cinta sepertinya akan membanyak tahun ini, para muda-mudi membuat viral apapun itu. Yah, ucapkan selamat tinggal dengan masa lalu dan OM TELOLET OM! Ataupun PPAP, atupun mannequin challenge dan parodi orang-orang dalam angkot serta samyang challange.

Akan ada sesuatu yang viral menanti ditahun ini. Sebaiknya jangan lupakan yang lalu tak peduli sepahit apa itu, jika kamu bisa mengerti dari arti kejadiannya barulah lupakan dan terapkan. Hem, sukses terus Indonesia! 


12:55 AM
1/1/2017

#malem.tahun.baru.nggak.tidur
#nokturnalmode:on

#insomnia?gk


yha, telat lagi yha..

2017

Posted by Punya Putya


Berdebum keras dilangit kota.
Seolah mendobrak gerbang baru dunia.
Malam tenang sebelumnya kini meriah dengan gedoran warna-warni dilangit malam.
Pasangan kekasih berjalan malam dibawah langit warna-warni, jalan ramai nan padat di jagat raya. Asik selfie sana-sini abadikan waktu.

Terompet seolah bergemuruh ditiup bocah-bocah kecil dengan semangat.
Petasan-petasan dinyalakan depan halaman rumah, para remaja memutuskan untuk menjadi nokturnal. Semua orang seperti sudah terjangkit penyakit insomnia.
Harum masakan dari acara bakar-bakar tetangga menusuk hidung.
Kumpul dengan keluarga, teman ataupun pacar.
Tak ada yang ingin melewatkan malam ini. Hampir semua orang keluar rumah, untuk kemudian berteriak saat kembang api pendobrak gerbang awalan baru meletus tinggi diudara, rata-rata fotografer pro mengabadikan momen dengan hunting foto malam tahun baru, yang esok akan diunggah di akun sosmed. Orang-orang menge-post ucapan selamat tahun baru, mengunggah foto-foto kebersamaan, esok hari koran akan membicarakan soal malam akhir ini.

Timeline penuh dengan sindiran untuk para jomblo dan jones tak berkepentingan diluar sana. Komen-komen diisi dengan pernyataan kesedihan dan penentangan mengajak gulat para admin.
Berita besok tak akan lepas soal hari ini, yakin. Orang pemalas akan melewati hari ini dengan berdiam dirumah ditemani kicauan tv dan hangatnya minuman dan mie. Para pelajar mulai bersedih dengan menipisnya waktu liburan mereka yang tersisa 2 hari lagi.

Besok tanggal 1 Januari 2017. Kiamat sepertinya mendekat, oh harusnya tak kukatakan. Bagi mereka diluar sana, inilah gerbang baru kehidupan, masa-masa 12 bulan terlewati sudah. Terciptalah masa lalu, menjadi kenangan masa kini. Buih-buih harapan baru muncul, menginginkan yang lebih untuk hari esok. Tambah pintar, tambah tinggi, gaji dinaikkan, jabatan di tinggikan, harapan mendapatkan pasangan, mendapatkan pencerahan, ataupun harta. Siapa yang tidak mau itu? Jadi tunggulah hari esok, tunggu dan lihatlah sampah di taman-taman di kotamu.


(yha telat nge-post yah)

11:00 PM


12/31/2016

HEM..

Posted by Punya Putya


 Jaman bergerak laju, menuju peradaban yang lebih maju. Anak abad 21 kedepannya gak bakalan ada yang mau kudet. Yakin aja. Anak sekolah jaman sekarang megangnya HP pantengannya sosmed pembicaraannya kakel dan mahluk cakep yah, spesies kayak gitu makin menyebar di Indonesia. Para mahluk tahun 90-an kebawah hanya bisa menepuk jidat, melihat anak abad 21 jaman sekarang malam-malam keluyuran seenak udel, bahkan ada yang pergi pagi pulang pagi. Panutannya lagu bang Toyib bukan lagi Pancasila. UU ITE mereka langgar seenak jidat, di-post sembarangan di internet, nge-spam dan menyampah yang enggak-enggak. Buat anak sekolahan yang sudah terjerumus era global negative bisa ditemukan di tengah-tengah kerumunan disekolah, kelas juga kantin. Cedai pasangannya bad boy, rambut ombre nge-jreng yang nggak banget jadi trending cewek-cewek. Cowok bad boy pentolan sekolah memainkan perasaan, label playboy disematkan.

  Ngomongnya masa depan bangsa, pikirannya zaman jahiliyah.
Yang diandalkan cuman sejumput orang Indonesia yang jenius nan cerdas. SEJUMPUT. Kubilang sejumput! Walau faktanya orang jenius dan pintar itu memang sedikit, tapi cerdas itu punya banyak versi.

“Eh, eh, hape gue baru dong! iPhone! Azekkkhh.. punya lo mana?”
Lawan bicaranya menunjukkan smartphone-nya
“Cih, smartphone? Ahelaah, jaman sekarang masih pake smartphone? Kudet abis lo! Aturan sekarang tuh tahun berapa sih??”

“Halah, iPhone mah nggak bagus. Aplikasi yang di app store tuh nggak ada di play store, sedangkan play store aja punya apa yang ada di app store. Dih, lebay elah lu..”

“Huh, asal lo tahu aja kamera iPhone itu bagus! Nggak kayak hape butek lo!”
 Masalah iPhone dan smartphone jadi gunjingan anak sekarang. Pembandingan punya si O dan si Z, kekurangan dan kelebihan. Pembicaraan gak mutu mereka jadi masalah pertemanan. Mulutmu harimaumu. Mereka lupa soal itu, masalah soal SARA terjadi juga. Gunjingan mereka pun berakhir permusuhan, mereka lupa bukan mereka yang menciptakan hape-hape itu jadi nggak seharusnya ada permasalahan semacam itu.

“Duh, udah deh! Alay banget sih lo berdua, masalah hape doang. Nggak penting banget sih!”
 Si P melerai lalu dijawab “karena kami anak Indonesia..”
 Telak. Si P bungkam, betul.. kita hanya bisa berusaha dan menunggu. Menunggu baliknya dan tenggelamnya Indonesia jika, negara kian memburuk..

  #HAHA

#EDISI.IDEMELENCENG

#GKADAMAKSUD


Tindakannya itu sbg suatu – kemarahan hatinya
Negara kesatuan Republik Indonesia merupakan – cita-cita bangsa

 Yang kutahu, manifestasi itu perwujudan. Sudah, itu doang. Dan sekarang yang kutahu dari KBBI adalah perwujudan sebagai suatu pernyataan, perasaan atau pendapat.
 Pernyataan: Presiden mengirimkan ~ belasungkawa kpd keluarga korban gempa bumi di daerah itu. Seperti  si T mengirimkan chat kepada perempuan yang disukainya si N.

Perasaan: bagai K yang menyukai si F, walau pada realita F sudah berunjuk rasa pada si P

Pendapat: seperti prapendapat ku tentang UN 2017 yang akan dihapuskan

Poinnya adalah, apa aku sudah menyampaikan manifestasiku padamu? Maksudku,  soal kamu..
Ah, ribet. Kamu juga nggak melihat kebelakang dan menyadari aku kan?

Sudah, jangan sebut itu manifestasi. Sebut saja 3P.
#AHAYBATJOT..
HESTEK BAHAS SOAL CINTA GK HARUS GALAU #EA



(?)

Sabtu, 31 Desember 2016
Posted by Punya Putya
WAH, WAH, WAH.



(TEORI HUJAN)

Jumat, 30 Desember 2016
Posted by Punya Putya



 Ini bukan tentangmu, yah semoga begitu. Aku sudah lelah mebicarakanmu yang hanya menjadi bayangan nan semu. Sekarang. Jalan berliuk diluar basah, diterpa air hujan. Mendung. Gelap. Angin menyambut setiap orang diluar sana.

  Ini hujan lokal, menurutku. Awan disini sedang bersedih soal kota kami yang tak kunjung maju, menumpahkan duka dengan tangis pada kota kami, mengguyur deras membuat keributan diatas atap rumah, mengundang sang bayu dingin bagi para pujangga dan para galauan tak berkepentingan diluar sana juga keromantisan orang berpasangan diseberang jalan yang kulihat dari balik jendela. Yah, aku pernah sedikit merasakannya sih. Sial, aku malah bernostalgia. Aku belum ingin beranjak dari sini. Jauh lebih hangat disini daripada rumahku. Jelas karena disini.. ah! Sial! Lagi-lagi dia! Oh, kenapa sih?

  Fokus aja sama hujan Bayu! Aku bergumam sendiri. Tak sadar kefokusan-ku akan berakhir salah. Lantas menyeruput kopi panasku.

Tak sadar mengulang kembali siklus hujan spesial-nya Bayu mengabaikan.
  Matahari itu panas sehingga membuat air laut atau danau menguap dan berkumpul menjadi satu dan membuat awan. Awan yang terlalu sedih menumpahkan air matanya, tak sanggup lagi membendung air karena ia sudah sesak dipenuhi kesedihan. Sudah terlalu berat untuk menyimpannya, lalu turunlah hujan. Memuaskan dirinya dengan mengucuri kota dengan air bersumber demamnya. Lalu air akan berusaha kembali ke tempat asalnya atau terserap tanah dan akar-akar pohon, bagi awan itu sama saja dengan memendam kembali emosi nya.

 Sama seperti manusia, setelah menangis orang lain tidak ada yang tahu soal kembalinya pemendaman emosi dan perasaan. Nangis nggak menyelesaikan masalah. Itu yang “dia” bilang, teori soal hujannya selalu disetujui oleh Bayu. Bayu pun suka soal teori hujan yang “dia” lontarkan untuk Bayu. Ck. Lagi-lagi soal “dia”. Bayu mendecak, lalu menyelam pada nostalgia masa lalu antara Bayu, “dia” dan teori hujan. Siklus hujan sih. Yah, Bayu dan “dia” itu masa lalu, tinggallah teori hujan yang bisa menjadi pengingat satu sama lain.

 Bayu mendecak. Pada akhirnya ini soal kamu lagi, Rein..

Lalu pergi dengan senyum getir meninggalkan meja serta kopi nya. Tak ingin menyelam terlalu mendasar bersama pikirannya. Meninggalkan “dia” diseberang sana yang sempat Bayu lirik.